image (18)

AMBON,-TrendMaluku.com – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Desy Kosita Hallauw, S.H., M.H., kembali melaksanakan agenda Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025/2026 untuk menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya. Senin, (31/8/2026).

Reses tersebut berlangsung di dua lokasi. Pertama, Sabtu (29/8), di Jemaat Kezia, Kudamati, Kota Ambon, kemudian dilanjutkan pada Minggu (30/8) di RT 001/RW 002, Kelurahan Waihaong, Kecamatan Nusaniwe, yang dihadiri sekitar 150 warga.

Sebagai anggota DPRD Kota Ambon dari Fraksi Partai Golkar yang terpilih dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Nusaniwe, Hallauw memanfaatkan masa reses untuk bertemu langsung dengan masyarakat, mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi, sekaligus menampung aspirasi untuk diperjuangkan melalui lembaga DPRD maupun dikoordinasikan dengan Pemerintah Kota Ambon.

Pada hari pertama di Jemaat Kezia Kudamati, Hallauw bertatap muka dengan unsur Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM), para pengasuh Sekolah Minggu Taman Pendidikan Injil (SMTPI), serta sejumlah warga jemaat.

Berbagai aspirasi disampaikan masyarakat, mulai dari kebutuhan pembangunan gereja, kebersihan lingkungan, penerangan jalan, kegiatan kepemudaan, pelayanan SMTPI, hingga dukungan terhadap sejumlah agenda gerejawi.

Unsur AMGPM dan para pengasuh SMTPI turut menyampaikan sejumlah kebutuhan yang dinilai penting untuk menunjang pelayanan di lingkungan jemaat.

Beberapa aspirasi yang menjadi perhatian antara lain penyediaan tempat sampah, lampu penerangan jalan, pembangunan gereja, serta dukungan terhadap rangkaian kegiatan dalam rangka HUT GPM, HUT AMGPM, HUT SMTPI, serta HUT Jemaat dan Gereja Kezia.

Para pengasuh SMTPI juga menyampaikan kebutuhan alat dan perlengkapan peraga untuk mendukung proses pembelajaran serta pelayanan kepada anak-anak.

Hallauw mengatakan, seluruh aspirasi tersebut akan dicatat dan diperhatikan sesuai dengan ketentuan serta kemampuan anggaran yang tersedia.

Usai bertatap muka dengan warga Jemaat Kezia, keesokan harinya Hallauw kembali turun ke masyarakat di RT 001/RW 002, Kelurahan Waihaong, Kecamatan Nusaniwe.

Kehadirannya disambut hangat sekitar 150 warga. Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian, di antaranya kebutuhan air bersih, tenda untuk kegiatan RT, pembangunan zebra cross atau fasilitas penyeberangan, serta lampu penerangan jalan.

Selain itu, warga turut menyampaikan aspirasi mengenai Posyandu Lansia dan sektor pendidikan, khususnya peluang beasiswa maupun bantuan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang hendak melanjutkan pendidikan.

Salah seorang warga juga meminta perhatian terhadap fasilitas penyeberangan di kawasan Petak 10 karena dinilai penting untuk meningkatkan keselamatan masyarakat.

Di hadapan warga, Hallauw menjelaskan bahwa reses merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab anggota DPRD untuk turun langsung menemui konstituen.

“Kegiatan reses merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab anggota dewan. Seorang anggota dewan harus turun ke masyarakat, mendengarkan semua keluhan dan aspirasi masyarakat, kemudian menampung dan menyuarakannya dalam agenda-agenda rapat bersama Pemerintah Kota Ambon,” ujarnya.

Ia menegaskan, seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan dicatat untuk kemudian dipilah berdasarkan kewenangan serta kemampuan anggaran daerah.

“Kalau memang ada permintaan terkait material ataupun keuangan, silakan disampaikan. Kita akan catat, mana yang bisa kita eksekusi dan mana yang belum bisa, tentu akan kita sampaikan secara terbuka kepada masyarakat,” jelasnya.

Terkait persoalan air bersih yang disampaikan warga Waihaong, Hallauw meminta masyarakat menyiapkan proposal sebagai dasar untuk dilakukan koordinasi dengan pihak terkait.

Menurutnya, apabila sumber air yang tersedia belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, pembangunan sumur bor dapat menjadi salah satu opsi yang dikaji.

“Kalau memang sumber airnya tidak bertambah debitnya, silakan dibuatkan proposal untuk pembuatan sumur bor. Nanti kita koordinasikan dengan pihak terkait,” ungkapnya.

Sementara untuk persoalan penerangan jalan, Hallauw menyatakan akan melihat kondisi dan kebutuhan di lapangan untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan pihak terkait agar titik-titik yang membutuhkan penerangan dapat memperoleh perhatian.

Di bidang pendidikan, ia mendorong masyarakat untuk aktif mencari informasi mengenai berbagai program beasiswa yang tersedia. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memperoleh informasi mengenai peluang bantuan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

Salah seorang perwakilan warga mengapresiasi kehadiran Hallauw yang dinilai memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan secara langsung kepada wakil mereka di DPRD.

Warga berharap kegiatan reses tidak berhenti pada penyerapan aspirasi, tetapi dilanjutkan dengan pengawalan dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar usulan yang disampaikan dapat memperoleh tindak lanjut.

Masyarakat juga berharap perhatian anggota DPRD tidak hanya menyentuh pembangunan fisik, tetapi turut mendukung pembinaan generasi muda, pelayanan gereja, kegiatan kepemudaan, pendidikan, serta berbagai kebutuhan sosial masyarakat.

Menutup kegiatan reses, Hallauw menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat.

Ia berharap berbagai aspirasi yang disampaikan dalam dua lokasi reses tersebut dapat menjadi bahan perjuangan di DPRD Kota Ambon sekaligus mendorong koordinasi yang lebih baik dengan Pemerintah Kota Ambon.

“Kita sudah hadir bersama-sama dan mendengarkan aspirasi Bapak Ibu semua. Semua masukan akan kita catat untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan dan kemampuan yang ada,” tutup Hallauw. (TM-01)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.Ruas yang wajib ditandai *