
AMBON,- TrendMaluku.com – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Ambon memperkuat konsolidasi internal melalui kegiatan upgrading dan penguatan kapasitas kader yang berlangsung selama dua hari, 29-30 Agustus 2026. Minggu, (30/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi PKS Kota Ambon untuk memastikan seluruh struktur partai tidak hanya terbentuk secara administratif, tetapi juga aktif menjalankan fungsi organisasi dan hadir di tengah masyarakat.
Acara tersebut dipusatkan Sekertariat DPW PKS Maluku, dengan mengusung tema “Penguatan Kapasitas Berbasis Soliditas Struktur” di Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon, itu diikuti jajaran DPD, DPC, DPRA se-Kota Ambon serta para Kader PKS.
Konsolidasi tersebut sekaligus dirangkaikan dengan pelantikan pengurus DPC dan 45 DPRA di sejumlah desa di Kota Ambon.
Kegiatan dibuka langsung oleh Ketua DPW PKS Maluku, Fachri Husni Alkatiri, Lc., M.Si., yang juga Bupati Seram Bagian Timur (SBT).
Dalam arahannya, Fachri menegaskan bahwa konsolidasi organisasi tidak boleh berhenti pada seremoni ataupun sekadar memenuhi kebutuhan administrasi. Menurutnya, kekuatan partai harus tercermin dari kemampuan struktur dan kader menjalankan tugas secara nyata.
“Penguatan organisasi tidak cukup hanya dilakukan secara administratif. Harus diwujudkan melalui kerja nyata, koordinasi yang efektif, serta kesiapan kader dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing,” ungkap Fachri.
Ia mengatakan struktur organisasi yang kuat harus berjalan beriringan dengan kapasitas kader. Kader dituntut memiliki disiplin, pemahaman terhadap organisasi, serta kemampuan membaca dinamika politik dan sosial yang berkembang di masyarakat.
Menurut Fachri, struktur tanpa kapasitas kader hanya akan menjadi susunan organisasi di atas kertas. Sebaliknya, kapasitas kader tanpa struktur yang solid juga akan sulit menghasilkan kerja organisasi yang terarah.
“Karena itu, penguatan kapasitas dan soliditas struktur harus berjalan beriringan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD PKS Kota Ambon, Malik Raudhi Tuasamu, mengatakan konsolidasi dan upgrading menjadi ruang evaluasi terhadap pola kerja organisasi sekaligus memperkuat koordinasi di seluruh tingkatan.
Menurut Raudhi, setiap kader harus memahami posisi, tugas dan tanggung jawabnya. Ia menegaskan tidak boleh ada struktur yang hanya aktif ketika momentum politik atau pemilu tiba.
“Prinsipnya, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk melakukan evaluasi terhadap pola kerja organisasi sekaligus meningkatkan kesiapan kader dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan,” tegas Raudhi.
Ia menilai dinamika politik yang semakin kompleks membutuhkan struktur partai yang tidak hanya lengkap, tetapi juga aktif, solid, responsif dan mampu bekerja secara nyata.
“Kapasitas tanpa soliditas akan sulit menghasilkan kerja organisasi yang maksimal. Sebaliknya, soliditas tanpa peningkatan kapasitas juga berpotensi membuat organisasi berjalan tanpa arah dan kemampuan yang memadai,” ujarnya.
Karena itu, Raudhi mengingatkan agar hasil upgrading tidak berhenti sebagai pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan. Seluruh materi, evaluasi dan pembekalan harus diterjemahkan menjadi kerja nyata di tingkat struktur hingga masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa kekuatan organisasi politik tidak dibangun secara instan dan tidak boleh hanya bergerak ketika pemilu sudah di depan mata.
“Kaderisasi, konsolidasi, disiplin organisasi, penguatan struktur dan kerja pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan secara konsisten,” katanya.
Raudhi berharap jajaran DPD PKS Kota Ambon dapat menerjemahkan hasil upgrading tersebut ke dalam kerja konkret di lapangan.
“Saya kira bersama jajaran DPD PKS Kota Ambon harus mampu menerjemahkan hasil upgrading ke dalam kerja nyata di lapangan,” kata Raudhi.
Menurutnya, ukuran keberhasilan konsolidasi bukan sekadar suksesnya pelaksanaan kegiatan, melainkan perubahan pola kerja organisasi setelah kegiatan selesai.
Koordinasi harus semakin kuat, kapasitas kader meningkat, struktur semakin solid dan yang paling penting, keberadaan kader semakin dirasakan masyarakat.
Pelantikan pengurus DPC dan 45 DPRA juga menjadi bagian dari upaya memperkuat struktur PKS hingga tingkat bawah. Dengan demikian, konsolidasi tidak hanya berlangsung di jajaran pimpinan, tetapi menjangkau seluruh jaringan organisasi.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan komitmen PKS Kota Ambon menempatkan penguatan struktur dan kapasitas kader sebagai fondasi dalam menghadapi dinamika politik ke depan.
Pesan Fachri pun jelas: struktur tidak boleh sekadar ada dan kader tidak boleh sekadar hadir. Seluruh elemen organisasi harus bergerak, bekerja dan menghasilkan.
Dengan konsolidasi dan upgrading tersebut, DPD PKS Kota Ambon diharapkan mampu membangun organisasi yang lebih disiplin, solid dan terukur.
“Kegiatan konsolidasi dan upgrading tersebut akan selesai pada hari ini juga,” pungkas Raudhi. (TM-01)









