
DOBO,- TrendMaluku.com – Sejumlah mitra dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal (3T) Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, mengalami kerugian di karenakan tidak ada kejelasan dari pihak BGN. Senin, (5/10/2026).
Mereka mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) segera mengambil langkah konkret untuk menggantikan kerugian dan mengembalikan modal yang telah di keluarkan untuk pembangunan dapur MBG.
Para mitra menegaskan, mereka sejak awal mendukung penuh pelaksanaan program MBG di wilayah kepulauan tersebut. Dukungan itu diwujudkan dengan membangun fasilitas dapur menggunakan modal sendiri agar anak-anak di Kepulauan Aru dapat memperoleh makanan bergizi sebagaimana anak-anak di daerah lainnya.
Namun, kondisi yang terjadi saat ini membuat sejumlah mitra mengaku mengalami kerugian finansial. Sebagian aset kami di sita oleh pihak bank. Karena tidak ada kejelasan dari pihak BGN.
“Kami sudah berdarah-darah membangun dapur ini. Kami mendukung MBG, tetapi kami juga meminta hak kami dikembalikan,” ujar salah satu perwakilan mitra Kabupaten Kepulauan Aru.

Menurut para mitra, sebagian modal pembangunan dapur diperoleh melalui pinjaman perbankan. Akibatnya, ketika pengembalian modal belum terealisasi, mereka harus menghadapi kewajiban pembayaran kredit yang terus berjalan.
Bahkan, sejumlah mitra mengaku aset hingga rumah mereka telah disita pihak bank akibat tidak mampu memenuhi kewajiban pembayaran pinjaman.
Kondisi tersebut dinilai semakin memberatkan para mitra yang sebelumnya telah mengeluarkan biaya besar untuk mendukung pelaksanaan program MBG di wilayah 3T.
Para mitra berharap BGN tidak hanya memastikan keberlangsungan program MBG, tetapi juga memperhatikan kondisi pihak-pihak yang telah menginvestasikan modal untuk menyediakan fasilitas pendukung program tersebut.
Mereka meminta adanya penyelesaian yang jelas terkait pengembalian modal maupun kerugian yang dialami, sehingga persoalan tersebut tidak semakin membebani para mitra.
“Kami berharap BGN segera mengambil langkah nyata. Jangan sampai kerugian kami semakin besar,” tegas mereka.
Para mitra juga menegaskan bahwa tuntutan tersebut bukan bentuk penolakan terhadap program MBG. Kami tetap mendukung program tersebut, namun meminta adanya kepastian terhadap hak dan kewajiban para mitra yang telah mengeluarkan modal untuk membangun dapur MBG di wilayah 3T Kepulauan Aru.
Hingga berita ini ditayangkan, belum terdapat keterangan resmi dari BGN terkait tuntutan para mitra dapur MBG di Kabupaten Kepulauan Aru tersebut. (TM-03).








