IMG_20261016_122757

BANDA,- TrendMaluku.com – Seorang nelayan asal Pulau Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Usman Bugal (50), yang dilaporkan hilang kontak saat melaut di sekitar perairan Pulau Run, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat setelah hanyut selama tiga hari tiga malam di laut.

Korban ditemukan oleh Kapal Pesiar White Manta di perairan Pulau Manuk, Kabupaten Maluku Tengah, pada Kamis (15/10/2026). Lokasi penemuan berjarak sekitar 67 mil laut dari titik awal korban dilaporkan hilang.

Koordinator Pos SAR Banda, Ezau Risamasu, menjelaskan laporan kondisi membahayakan jiwa manusia diterima Kantor Pos SAR Banda dari Fauzi Badilla, anggota keluarga korban, pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 08.20 WIT.

Berdasarkan keterangan pelapor, korban berangkat melaut dari Pulau Banda Besar pada Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 04.00 WIT menggunakan perahu katinting untuk memancing di sekitar perairan pulau Run. Namun, hingga waktu yang diperkirakan, korban tak kunjung kembali.

Upaya pencarian sebelumnya telah dilakukan oleh seorang warga Pulau Run bernama Udin. Namun, hingga malam hari, korban belum ditemukan dan tidak ada tanda-tanda keberadaannya.

Memasuki hari kedua operasi SAR, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polair Banda, TNI AL, Koramil Banda, Polsek Banda, serta masyarakat kembali melakukan pencarian. Tim dikerahkan menuju sejumlah titik koordinat yang telah ditentukan melalui peta operasi SAR.

“Sekitar pukul 09.35 WIT, tim menerima informasi bahwa korban telah ditemukan dalam keadaan selamat oleh Kapal Pesiar White Manta di perairan Pulau Manuk,” ujar Ezau.

Mendapat informasi tersebut, tim segera mengerahkan Rigid Inflatable Boat (RIB) Pos SAR Banda menuju lokasi penemuan. Dengan membawa persediaan bahan bakar yang cukup, tim menempuh perjalanan jauh untuk mengevakuasi korban sebelum malam tiba.

Pada pukul 16.43 WIT, tim SAR gabungan tiba di Pulau Manuk. Korban kemudian dievakuasi dari Kapal White Manta ke RIB untuk dibawa kembali ke Pulau Banda.

Setelah menempuh perjalanan laut, tim bersama korban tiba dengan selamat di Pulau Banda sekitar pukul 22.50 WIT. Korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.

Ezau mengungkapkan, berdasarkan keterangan langsung dari korban, peristiwa itu bermula ketika perahu yang digunakannya terjebak kabut tebal di laut hingga kehilangan arah.

Dalam kondisi tersebut, korban memilih mematikan mesin perahunya dan membiarkannya hanyut mengikuti arus laut. Selama tiga hari tiga malam, korban bertahan dengan beristirahat di dalam perahu hingga akhirnya terbawa arus ke perairan Pulau Manuk.

Beruntung, Kapal Pesiar White Manta yang saat itu sedang berada di sekitar lokasi untuk kegiatan menyelam (diving) bersama para tamunya menemukan korban dan memberikan pertolongan.

Ezau menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur SAR serta pihak yang terlibat atas koordinasi dan kerja sama sehingga korban berhasil ditemukan dan dievakuasi kembali ke Pulau Banda dengan selamat.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup. Seluruh unsur potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing. (TM-04).

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.Ruas yang wajib ditandai *