image (52)

TUAL,- TrendMaluku.com – Lima nelayan asal Desa Fiditan, Kota Tual, berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat setelah longboat yang mereka gunakan mengalami mati mesin dan terombang-ambing di perairan antara Pulau Ler dan Pulau Ngodan, Kabupaten Maluku Tenggara, pada Minggu, (6/9/2026).

Kelima nelayan tersebut sebelumnya dilaporkan mengalami kendala saat dalam perjalanan pulang menuju Kota Tual usai melakukan aktivitas memancing di sekitar perairan Pulau Ler dan Pulau Ngodan.

Dantim Ops SAR, Guntur Mohan Mewar, mengatakan laporan mengenai kejadian tersebut diterima Pos SAR Tual sekitar pukul 15.50 WIT dari Rahmat Saleh selaku pihak keluarga.

“Informasi kami terima sekitar pukul 15.50 WIT dari Pak Rahmat selaku keluarga,” kata Guntur.

Menurut Guntur, kelima nelayan berangkat dari Desa Fiditan sekitar pukul 09.00 WIT menggunakan longboat menuju lokasi memancing di sekitar perairan Pulau Ler dan Pulau Ngodan, Kabupaten Maluku Tenggara.

Setelah selesai memancing, mereka kemudian bertolak kembali menuju Kota Tual sekitar pukul 15.30 WIT. Namun, dalam perjalanan, mesin longboat mengalami kerusakan dan mati sehingga mereka tidak dapat melanjutkan perjalanan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Tual langsung dikerahkan menuju lokasi untuk melakukan pencarian dan evakuasi menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB).

Tim SAR menempuh jarak sekitar 14,28 Nautical Mile dengan arah 289 derajat atau barat dari Pelabuhan PPN Tual. Sekitar pukul 17.02 WIT, longboat yang membawa kelima nelayan berhasil ditemukan masih berada di sekitar lokasi kejadian.

Seluruh nelayan kemudian dievakuasi menuju Kota Tual dan diserahkan kepada pihak keluarga dalam kondisi selamat.

“Alhamdulillah setelah dilaporkan dan diteruskan ke Pos SAR Tual serta dilaksanakannya Operasi SAR, seluruh korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dan sudah diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Guntur.

Kelima nelayan tersebut yakni Rahmat Saleh (32), Tamiruddin (40), Nawir (36), Kamarudin (43), dan Sahar Renuat (41). Kelimanya merupakan warga Desa Fiditan, Kota Tual.

Operasi SAR melibatkan Tim Rescue Pos SAR Tual bersama keluarga korban. Selain RIB, tim juga menggunakan Rescue Car sebagai sarana pendukung operasi.

Kondisi cuaca di lokasi saat operasi berlangsung dilaporkan berawan. Angin bertiup dari arah barat laut hingga barat dengan kecepatan sekitar 20 knots, sedangkan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.

Setelah seluruh nelayan berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam keadaan selamat, Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur yang terlibat kemudian kembali ke satuan masing-masing. (TM-01).

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.Ruas yang wajib ditandai *