
SBB,- TrendMaluku.com – Tanaman pala milik warga di Dusun Masika Jaya, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), dilaporkan ludes alias mati. Kondisi tersebut memicu sorotan tajam dari warga terhadap minimnya perhatian Pemerintah Kabupaten SBB terhadap sektor perkebunan masyarakat.
Kerusakan tanaman pala dinilai menjadi persoalan serius karena perkebunan merupakan salah satu sumber penghidupan masyarakat di wilayah tersebut. Warga berharap pemerintah daerah tidak hanya memberikan perhatian terhadap sektor-sektor tertentu, tetapi juga hadir menangani persoalan yang dihadapi petani.
Yudin Hitimala, angkatan muda Muhammadiyah SBB, menilai kondisi perkebunan pala di Dusun Masika Jaya membutuhkan perhatian dan langkah konkret dari pemerintah. Terlebih, tanaman pala memiliki nilai ekonomi yang penting bagi masyarakat dan menjadi salah satu komoditas perkebunan yang diandalkan untuk menopang kebutuhan keluarga.
Mantan anggota DPRD SBB, itu mengatakan tanaman pala sekitar 700 pohon lebih ludes alias mati, belum lagi di tambah tanaman warga lain di Dusun Masika Jaya. Warga alami kerugian total di musim kemarau panjang.
“Tanaman warga hampir 700 pohon pala lebih mati, belum lagi tanaman warga lain akibat musim kemarau. Hal ini juga kurang perhatian dari pemerintah daerah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB),” ujar Yudin. Minggu, (4/10/2026).

Membutuhkan kehadiran Pemda SBB dan anggota DPRD.!
Minimnya perhatian pemerintah dikhawatirkan semakin memperburuk kondisi perkebunan warga apabila tidak segera ditindaklanjuti. Karena itu, Pemkab SBB didesak melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk mengetahui kondisi tanaman pala serta persoalan yang dihadapi para petani.
Selain melakukan pendataan, kata dia, warga berharap pemerintah dapat memberikan bantuan maupun program pemulihan yang sesuai dengan kebutuhan petani, termasuk dukungan terhadap pengembangan kembali tanaman pala.
Warga juga meminta DPRD SBB ikut menjalankan fungsi pengawasan dengan mendorong pemerintah daerah memberikan perhatian lebih serius terhadap sektor perkebunan masyarakat.
Menurut warga, keberadaan pemerintah sangat dibutuhkan untuk memastikan petani tidak berjalan sendiri menghadapi berbagai persoalan yang dapat mengancam keberlangsungan perkebunan mereka.
Mereka berharap persoalan tanaman pala di Dusun Masika Jaya tidak berhenti sebagai keluhan masyarakat, tetapi mendapatkan tindak lanjut nyata dari Pemkab SBB maupun anggota DPRD. (TM-03).









