
AMBON,- TrendMaluku.com – Kapolda Maluku Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian di Maluku. Ia juga meminta keluarga, tokoh agama dan masyarakat memperkuat pembinaan generasi muda agar terhindar dari narkoba, kekerasan, pergaulan bebas serta dampak negatif teknologi dan media sosial.
Pesan tersebut disampaikan Dadang saat melaksanakan Safari Kamtibmas di Gereja Efrata Pandan Kasturi, Ambon, Minggu, (20/9/2026) pagi.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIT itu menjadi bagian dari upaya Polda Maluku memperkuat komunikasi langsung dengan masyarakat sekaligus membangun sinergi dengan tokoh agama dalam menjaga situasi kamtibmas.
“Mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian di Maluku. Sampai saat ini Maluku dalam keadaan aman dan damai, dan kondisi ini tidak terlepas dari tanggung jawab kita semua sebagai masyarakat,” kata Dadang.
Menurutnya, keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Gangguan kamtibmas dapat berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat, mulai dari pekerjaan, perekonomian hingga kegiatan ibadah.
Karena itu, ia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh perbedaan maupun informasi yang berpotensi memicu konflik.
“Perbedaan boleh, tetapi segala sesuatu dapat diselesaikan dengan baik. Jangan memperbesar perbedaan di antara kita. Kita harus bersatu padu dan tidak mudah terprovokasi sampai terpecah belah,” tegasnya.
Dadang juga mengingatkan masyarakat agar bijak menggunakan media sosial. Informasi terkait gejolak kamtibmas yang belum terverifikasi dan langsung disebarluaskan, menurutnya, dapat membentuk persepsi negatif terhadap kondisi Maluku.
“Jangan sampai informasi yang belum tentu benar kemudian kita sebarkan dan viralkan sehingga memberikan gambaran bahwa Maluku tidak aman. Dampaknya bisa besar, orang enggan datang berkunjung dan investor juga bisa enggan berinvestasi,” ujarnya.
Selain persoalan kamtibmas, Kapolda menyoroti tantangan yang dihadapi generasi muda di tengah perkembangan teknologi, termasuk artificial intelligence dan media sosial.
Ia meminta orang tua, gereja dan masyarakat memperkuat pembinaan anak sejak dari lingkungan keluarga.
“Mari kita bersama-sama menjaga anak-anak kita, karena mereka adalah penerus bangsa dan negara. Yang bisa kita lakukan adalah memperkuat pembinaan iman dan takwa, serta mendorong anak-anak untuk rajin belajar,” tutur Dadang.
Ia mengingatkan agar waktu luang anak tidak diisi dengan aktivitas yang berpotensi membawa mereka pada pelanggaran hukum, seperti pergaulan bebas dan balap liar.
Persoalan narkoba juga menjadi perhatian serius. Dadang menegaskan Polda Maluku tidak memberikan toleransi terhadap personel Polri yang terlibat penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.
“Narkoba memiliki dampak yang sangat buruk bagi generasi muda. Bahkan jika ada personel Polri yang terlibat, tidak ada toleransi. Akan kami tindak tegas sesuai ketentuan, termasuk pemberhentian tidak dengan hormat apabila terbukti melakukan pelanggaran berat,” tegasnya.
Kapolda turut menyoroti persoalan kekerasan, termasuk kekerasan fisik dan seksual yang dapat terjadi di ruang publik maupun lingkungan keluarga.
Menurutnya, penguatan parenting menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah kerusakan generasi.
“Kita harus menjaga kehidupan keluarga tetap kondusif. Parenting harus diperkuat, karena kalau tidak kita lakukan dari sekarang, dampaknya dapat menyebabkan kerusakan generasi yang lebih buruk,” katanya.
Ketua Majelis Jemaat GPM Efrata Pandan Kasturi Pdt. Albert Joris bersama Pendeta Jemaat Pdt. Inggrid Maitimu menyambut baik kunjungan tersebut.
Pdt. Inggrid mengatakan kehadiran Kapolda bersama jajaran Polda Maluku menjadi sukacita bagi jemaat sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi gereja dan kepolisian dalam menjaga kehidupan sosial masyarakat.
“Kami menyambut baik kegiatan Safari Kamtibmas ini. Kami merasa sukacita besar menerima kehadiran Bapak Kapolda Maluku. Kami melihat kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian bersama untuk menjaga keamanan, kedamaian dan kehidupan masyarakat,” ujar Inggrid.
Ia berharap komunikasi antara gereja, kepolisian dan masyarakat terus diperkuat, khususnya dalam pembinaan keluarga dan generasi muda.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi mengatakan Safari Kamtibmas merupakan bagian dari pendekatan kepolisian yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga komunikasi, pencegahan dan partisipasi masyarakat.
“Pesan utama yang disampaikan Kapolda adalah bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Polri membutuhkan dukungan tokoh agama, tokoh masyarakat, keluarga dan seluruh elemen masyarakat untuk mencegah konflik, kekerasan, penyalahgunaan narkoba serta berbagai persoalan sosial yang dapat mengganggu kamtibmas,” kata Rositah.
Ia menambahkan, gereja dan keluarga memiliki posisi strategis dalam membangun karakter generasi muda. Karena itu, pesan kamtibmas diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diterapkan dalam kehidupan keluarga, lingkungan sosial maupun ruang digital.
Rositah juga mengajak masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan segera melaporkan persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan.
“Kedamaian Maluku adalah modal bersama. Karena itu, setiap persoalan harus diselesaikan dengan komunikasi, kebersamaan dan mekanisme hukum yang berlaku, bukan dengan kekerasan maupun tindakan yang dapat memperbesar konflik,” tegasnya.
Safari Kamtibmas berlangsung aman dan lancar. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Majelis Jemaat GPM Efrata Pdt. Albert Joris, Pendeta Jemaat Pdt. Inggrid Maitimu, Kabid Propam Polda Maluku, Kabid Humas Polda Maluku, Majelis Jemaat GPM Efrata Pandan Kasturi, jemaat serta personel Bidang Humas dan Bidang Propam Polda Maluku.
Melalui kegiatan tersebut, Polda Maluku menegaskan komitmennya membangun keamanan berbasis kemitraan dengan masyarakat, memperkuat peran keluarga dan tokoh agama, serta mendorong terciptanya ruang sosial dan digital yang sehat bagi generasi muda. (TM-02).








