
AMBON,- TrendMaluku.com – Polda Maluku dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) menyiapkan pilot project pembinaan masyarakat berbasis komunitas sebagai model pencegahan konflik dan penguatan karakter masyarakat.
Rencana tersebut dibahas dalam audiensi Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir, S.P., M.AP., di Ruang Tamu Kapolda Maluku, Senin (21/9/2026).
Kapolda mengatakan, satu wilayah dengan karakteristik tertentu akan dipilih sebagai lokasi percontohan. Program akan mengintegrasikan keluarga, sekolah, kepolisian, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemuda.
“Kita tidak ingin membuat program hanya sebagai kegiatan. Kita ingin menguji sebuah model, mengevaluasi hasilnya, kemudian apabila baik dapat direplikasi. Dengan demikian, ada metode yang jelas, ada ukuran keberhasilannya, dan ada keberlanjutan,” kata Dadang.
Menurutnya, program tersebut diarahkan untuk membangun budaya belajar, karakter dan kepatuhan hukum, khususnya di kalangan generasi muda. Pembinaan di sekolah akan mencakup pencegahan bullying, tawuran dan kekerasan, sementara keluarga akan diperkuat melalui program parenting.
Kapolda juga menawarkan pengembangan Program POLIMA sebagai salah satu pendekatan pembinaan keluarga dan komunitas.
Model yang diterapkan nantinya akan dievaluasi berdasarkan metode, materi, waktu pelaksanaan, kebutuhan personel serta dampaknya terhadap masyarakat. Jika efektif, konsep tersebut akan dikembangkan untuk diterapkan di wilayah lain.
Dadang juga mengusulkan pembentukan kampung percontohan lintas agama sebagai ruang interaksi masyarakat untuk memperkuat toleransi dan budaya hidup bersama. Selain itu, turut dibahas gagasan “Kampung Inggris” untuk meningkatkan budaya belajar dan kapasitas masyarakat.
Dalam penanganan persoalan sosial, Dadang meminta seluruh pihak mengedepankan fakta dan hukum agar tindak pidana tidak berkembang menjadi konflik antarkelompok atau persoalan agama.
“Setiap persoalan harus dikembalikan kepada fakta dan hukum. Jangan sampai tindak pidana kemudian ditarik menjadi persoalan agama atau kelompok,” ujarnya.
Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir menyambut baik rencana tersebut. Pemkab Malteng, kata dia, terbuka membangun sinergi dengan Polri, terutama dalam pembinaan keluarga, sekolah, pemuda dan komunitas.
“Kami melihat gagasan ini sebagai upaya membangun masyarakat dari hulu. Bukan hanya menyelesaikan persoalan ketika sudah terjadi, tetapi bagaimana keluarga, sekolah, pemerintah dan kepolisian bersama-sama membentuk karakter generasi muda agar memiliki budaya belajar, menghormati hukum dan mampu hidup dalam keberagaman,” ujar Zulkarnain.
Pemkab Malteng selanjutnya akan ikut mengkaji lokasi pilot project berdasarkan karakteristik wilayah, kondisi masyarakat, sekolah, keluarga serta potensi persoalan sosial.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan pilot project tersebut diharapkan menjadi model pembinaan yang konkret, terukur dan dapat dikembangkan sesuai karakter masyarakat.
“Polri tidak dapat bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia pendidikan, keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemuda,” ujar Rositah. (TM-02).







