
AMBON,- TrendMaluku.com – Kekosongan jabatan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) pasca pensiunnya Haji Djafar Tunny menjadi perhatian sejumlah kalangan.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai sosok yang nantinya dipercaya mengisi jabatan tersebut, termasuk kemungkinan penunjukan pejabat pelaksana tugas (Plt). Selasa, (8/9/2026).
Situasi ini turut mendapat perhatian praktisi dan akademisi UIN Abdul Muthalib Sangadji Ambon, Andi Takdir Palaguna, S.H., M.H.
Menurut Andi, posisi Kepala Kemenag tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan tugas administrasi dan pelayanan keagamaan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan sosial keagamaan serta memperkuat kerukunan umat beragama di daerah.
“Selain tugas pokok sebagai Kepala Kemenag dalam menjalankan administrasi serta pelayanan dalam urusan keagamaan dan kerukunan umat beragama, Kepala Kemenag juga dituntut memiliki peran strategis bersama pemerintah dalam membangun sosial keagamaan,” jelasnya.
Ia mengatakan, penempatan seorang pemimpin di lingkungan Kemenag, khususnya di Kabupaten SBB yang dikenal dengan semboyan Saka Mese Nusa, semestinya mempertimbangkan sejumlah aspek, baik secara prosedural maupun profesional.
Dari sisi prosedural dan pengalaman kedinasan, Andi menilai Moh. Wudji Putuhena memiliki sejumlah kualifikasi yang dinilai sesuai untuk mengisi posisi tersebut.
“Selain pangkat dan golongannya yang sudah memenuhi kriteria, beliau juga dipandang layak berdasarkan pengalaman kedinasan yang sudah puluhan tahun berdikari dan mengabdi untuk urusan keagamaan serta keumatan,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman serta pemahaman terhadap karakteristik daerah menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan. Hal itu dinilai dapat menunjang koordinasi lintas Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam mendorong pembangunan Kabupaten SBB, khususnya di bidang keagamaan.
Andi menambahkan, seorang Kepala Kemenag di daerah tidak cukup hanya memiliki kemampuan administratif, tetapi juga harus mampu membangun komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak serta memahami dinamika sosial masyarakat.
“Koordinasi lintas Forkopimda demi memajukan Kabupaten Seram Bagian Barat dalam hal urusan keagamaan akan lebih efektif apabila dilakukan oleh sosok yang memahami betul karakteristik daerah,” katanya.
Atas dasar itu, Andi menilai Moh. Wudji Putuhena merupakan salah satu sosok yang layak dipertimbangkan untuk menduduki posisi Kepala Kemenag Kabupaten SBB.
Ia berharap proses penentuan pejabat nantinya benar-benar mempertimbangkan aspek profesionalitas, kompetensi, pengalaman, serta kebutuhan masyarakat di daerah.
“Jika posisi ini tidak ditinjau secara profesional, kita semua akan terjebak dalam acara seremonial-seremonial belaka tanpa adanya suatu kepastian demi pengembangan moderasi beragama serta menciptakan kerukunan umat beragama,” pungkasnya. (TM-02).









