IMG-20260826-WA0088

AMBON,– Trendmaluku.com,– Polda Maluku melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) terus mendorong penguatan karakter dan kesadaran hukum di kalangan generasi muda. Upaya tersebut diwujudkan melalui pembekalan kepada mahasiswa baru Politeknik Negeri Ambon dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), pada Rabu, (26/8/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi antara Polri dan dunia pendidikan dalam membentuk generasi muda yang berintegritas, disiplin, sadar hukum, serta memiliki ketahanan terhadap berbagai bentuk kejahatan.

Kasubdit 3 Tipikor Ditreskrimsus Polda Maluku, AKBP Handy Senonugroho, S.H., S.I.K., M.I.K., hadir sebagai narasumber mewakili Direktur Reskrimsus Polda Maluku. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan materi bertajuk “Polri dan Mahasiswa Sinergi Membangun Negeri.”

Di hadapan mahasiswa baru, AKBP Handy menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai calon pemimpin dan agen perubahan. Karena itu, karakter, integritas, disiplin, serta kesadaran terhadap hukum harus dibangun sejak awal memasuki lingkungan perguruan tinggi.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga harus memiliki moral dan tanggung jawab sosial yang kuat.

“Mahasiswa adalah aset besar bangsa dan akan menjadi bagian dari penentu arah masa depan Indonesia. Karena itu, sejak memasuki dunia kampus harus dibangun karakter yang kuat, integritas, dan kesadaran hukum,” tegas AKBP Handy.

Ia menambahkan, upaya pencegahan kejahatan harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat. Mahasiswa juga harus memiliki keberanian untuk menolak berbagai bentuk penyimpangan.

Dalam pembekalan tersebut, mahasiswa juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang aman dan sehat, bebas dari kekerasan dan perundungan, serta menjauhi penyalahgunaan narkoba.

Selain itu, mahasiswa didorong memiliki wawasan kebangsaan serta ikut berperan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui kolaborasi positif dengan Polri.

AKBP Handy menegaskan, pencegahan kejahatan tidak dapat hanya mengandalkan penegakan hukum setelah suatu tindak pidana terjadi. Pendidikan, pembentukan karakter, dan penguatan integritas dinilai menjadi langkah penting dalam mencegah terjadinya pelanggaran hukum.

“Kampus harus menjadi ruang lahirnya generasi yang kritis, cerdas, tetapi juga berkarakter. Jangan sampai kecerdasan tanpa integritas justru membawa seseorang pada penyalahgunaan kewenangan dan pelanggaran hukum. Karena itu, nilai antikorupsi, kejujuran, dan tanggung jawab harus tertanam sejak dini,” ujarnya.

Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa baru aktif berdialog mengenai kesadaran hukum, pencegahan tindak pidana korupsi, bahaya narkoba, hingga bentuk kolaborasi antara Polri dan civitas akademika.

Antusiasme mahasiswa dalam sesi tersebut menunjukkan tingginya perhatian generasi muda terhadap persoalan hukum sekaligus kesadaran mengenai peran mereka dalam menjaga lingkungan kampus dan masyarakat.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Maluku Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan penguatan kemitraan antara Polri dan perguruan tinggi merupakan bagian dari strategi pencegahan kejahatan melalui pendekatan edukatif.

Menurutnya, generasi muda harus dibekali tidak hanya dengan kemampuan akademik, tetapi juga nilai moral, integritas, dan tanggung jawab sosial.

“Pencegahan kejahatan tidak semata-mata dilakukan melalui penegakan hukum. Yang tidak kalah penting adalah membangun kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, agar memiliki pemahaman hukum dan karakter yang kuat,” kata Rositah.

Ia menegaskan, Polda Maluku akan terus membuka ruang kolaborasi dengan institusi pendidikan dalam memberikan edukasi dan literasi kepada generasi muda terkait berbagai persoalan, mulai dari pencegahan narkoba, kekerasan, perundungan, tindak pidana korupsi, hingga penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kami ingin kehadiran Polri di kampus dapat memberikan nilai edukasi dan membangun kesadaran. Mahasiswa adalah mitra strategis Polri dalam menjaga masa depan bangsa. Dengan generasi yang cerdas, kritis, berintegritas, dan taat hukum, kita sedang membangun fondasi Indonesia yang lebih kuat,” pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Ditreskrimsus Polda Maluku berharap kesadaran hukum dan nilai-nilai integritas semakin tertanam di kalangan mahasiswa sejak awal memasuki kehidupan kampus.

Sinergi Polri dan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan kelembagaan, tetapi juga melahirkan gerakan bersama dalam mencegah kejahatan, menolak korupsi, memperkuat karakter generasi muda, serta menyiapkan sumber daya manusia yang mampu membawa Maluku dan Indonesia menuju masa depan yang maju, bersih, dan berintegritas. (TM-01)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.Ruas yang wajib ditandai *