IMG_20260828_222804

AMBON,-TrendMaluku.com – Dua anggota Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Ambon harus dilarikan ke rumah sakit setelah tertimpa reruntuhan tembok saat berjibaku memadamkan kebakaran yang melanda permukiman padat penduduk di Negeri Batu Merah, Kota Ambon, Jumat (28/8/2026).

Kedua petugas tersebut mengalami cedera ketika tengah berupaya mengendalikan kobaran api yang membakar sejumlah bangunan warga. Selain dua anggota Damkar, dua warga juga dilaporkan menjadi korban dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Peristiwa tersebut mendapat perhatian langsung dari Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena. Ia memberikan apresiasi kepada petugas Damkar Manise Kota Ambon dan warga Negeri Batu Merah yang bersama-sama berupaya memadamkan api.

Apresiasi itu disampaikan Bodewin melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Jumat (28/8/2026). Ia menyebut keberanian petugas Damkar yang terluka merupakan bukti pengabdian dan dedikasi dalam menjalankan tugas melindungi masyarakat.

“Sebagai Walikota Ambon, Beta berikan apresiasi dan berterima kasih kepada Damkar Manise dan warga masyarakat Negeri Batu Merah yang bahu membahu memadamkan api di lokasi kebakaran,” tulis Bodewin.

Ia secara khusus memberikan penghormatan kepada dua anggota Damkar yang tetap berada di garis depan meski menghadapi risiko keselamatan.

“Damkar Manise Kota Ambon luar biasa. Dua orang anggota dirawat di Rumah Sakit karena tertimpa reruntuhan tembok adalah bukti keikhlasan dan dedikasi saudara-saudara dalam tugas melindungi masyarakat,” ujarnya.

Bodewin juga menyampaikan keprihatinan kepada dua warga yang menjadi korban dalam musibah tersebut.

“Beta juga turut berbela rasa dengan keluarga dua orang korban yang juga dirawat di rumah sakit karena peristiwa kebakaran tersebut,” katanya.

Kebakaran Berulang, Damkar Tetap Berjuang

Bodewin mengakui, dalam beberapa waktu terakhir sejumlah kejadian kebakaran terjadi di wilayah Kota Ambon. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat petugas Damkar dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, petugas pemadam kebakaran dituntut bergerak cepat setiap kali menerima laporan, meski harus menghadapi risiko tertimpa bangunan atau reruntuhan ketika berada di sekitar lokasi kebakaran.

“Tetap semangat teman-teman Damkar, banyak kejadian kebakaran dalam beberapa waktu terakhir di Kota Ambon namun kalian tetap semangat dan tidak pernah terlambat. Beta bangga dengan Damkar Manise,” kata Bodewin.

Ia kemudian menutup pesannya dengan memberikan motivasi kepada para petugas yang bertugas di lapangan.

“Pantang pulang sebelum api padam. Kalian pahlawan Kota Ambon,” tegasnya.

Wali Kota dan Gubernur Tinjau Lokasi
Usai kejadian, Bodewin Wattimena juga langsung meninjau lokasi kebakaran di Negeri Batu Merah untuk melihat kondisi warga yang terdampak.

Bodewin datang bersama Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa. Keduanya menemui warga korban kebakaran sekaligus menyerahkan bantuan tanggap darurat bagi masyarakat yang terdampak musibah.

Kebakaran yang terjadi di kawasan padat permukiman tersebut menyebabkan sedikitnya enam bangunan rumah warga ludes terbakar, termasuk bangunan yang digunakan sebagai kos-kosan.

Kondisi permukiman yang padat dengan bangunan yang saling berdempetan membuat proses pemadaman menjadi tantangan tersendiri. Kobaran api berpotensi dengan cepat menjalar ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Dalam penanganan kebakaran tersebut, warga bersama petugas Damkar Kota Ambon bahu-membahu memadamkan api dan mencegah penyebaran kobaran api ke permukiman lainnya.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa kebakaran di kawasan padat penduduk membutuhkan respons cepat serta kerja sama antara petugas dan masyarakat. Kepadatan bangunan, akses menuju lokasi, hingga potensi bangunan runtuh menjadi sejumlah risiko yang harus dihadapi petugas saat melakukan pemadaman.

Bagi Bodewin, keberanian para petugas Damkar yang tetap berada di tengah ancaman api merupakan bentuk pengabdian yang layak mendapat penghormatan.

Pengorbanan dua anggota Damkar yang terluka saat menjalankan tugas menjadi bukti bahwa di balik upaya memadamkan api dan menyelamatkan warga, terdapat risiko besar yang setiap saat harus dihadapi para petugas pemadam kebakaran. (TM-02)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.Ruas yang wajib ditandai *