image (13)

AMBON,-TrendMaluku.com -Kepedulian Bhayangkari terhadap masyarakat diwujudkan melalui penyaluran bantuan sosial yang menyasar berbagai kelompok dan kebutuhan warga di Kota Ambon.

Dalam rangkaian Bhayangkari Peduli memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 Tahun 2026, Ketua Umum Bhayangkari sekaligus Ketua Pembina Yayasan Kemala Bhayangkari, Ny. Juliati Sigit Prabowo, menyalurkan ribuan bantuan sosial di Lapangan Letkol Pol. Chr. Tahapary Polda Maluku, Jumat (28/8/2026).

Sebanyak 3.000 paket sembako disiapkan dalam kegiatan tersebut. Dari jumlah itu, 1.500 paket disalurkan di Lapangan Letkol Pol. Chr. Tahapary, sedangkan 500 paket diperuntukkan bagi masyarakat di Dusun Talaga Kodok.

Sementara 1.000 paket lainnya disiapkan bagi personel Polri dan tenaga kesehatan yang terlibat dalam rangkaian kegiatan.

Paket sembako berisi sejumlah kebutuhan pokok, seperti beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, sarden kaleng, biskuit, mi instan, susu kental manis, teh celup, kopi bubuk dan kecap manis.

Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., mengatakan bantuan sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.

“Bantuan sosial harus memberikan manfaat nyata. Yang kita harapkan bukan sekadar bantuan diserahkan, tetapi benar-benar dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak positif bagi penerima manfaat,” ujar Dadang.

Menurutnya, keberagaman penerima bantuan mencerminkan luasnya kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan.

“Di Maluku, masyarakat memiliki kebutuhan yang beragam. Ada anak-anak, ibu hamil, penyandang disabilitas, lansia, pelajar, nelayan, penghuni panti asuhan hingga komunitas keagamaan. Semangat kita adalah memastikan kepedulian dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat,” katanya.

Perhatian untuk Ibu dan Anak
Perhatian terhadap kelompok rentan diwujudkan melalui penyaluran 281 paket bantuan untuk anak stunting dan 125 paket bagi ibu hamil.

Paket tersebut berisi kebutuhan pendukung pemenuhan gizi, di antaranya susu, kacang hijau, telur dan biskuit. Selain itu, sebanyak 30 paket sarung dan selimut disiapkan bagi peserta khitanan.

Kapolda mengatakan perhatian terhadap ibu dan anak memiliki nilai strategis karena berkaitan langsung dengan pembangunan kualitas sumber daya manusia.

“Pemenuhan gizi dan kesehatan ibu serta anak merupakan investasi bagi masa depan. Karena itu, upaya penanganan stunting dan dukungan terhadap ibu hamil membutuhkan kepedulian serta kerja bersama,” ungkapnya.

Dukungan terhadap pendidikan juga menjadi bagian dari program tersebut. Sebanyak 500 paket perlengkapan sekolah disalurkan kepada pelajar jenjang SD, SMP dan SMA.

Bantuan juga diberikan kepada empat panti asuhan, yakni Panti Asuhan Nurul Ikhlas Ahuru, Panti Asuhan Santa Maria Ahuru, Panti Asuhan Pelita Kasih Rumah Tiga dan Panti Asuhan Melati Al Khairot Galunggung.

Selain perlengkapan sekolah, anak-anak di panti asuhan mendapatkan bantuan bahan pangan berupa beras, mi instan dan telur.
Penyandang Disabilitas hingga Nelayan

Kelompok penyandang disabilitas dan lansia turut menjadi perhatian. Bantuan yang diberikan berupa tujuh unit kursi roda, tiga unit tongkat ketiak atau kruk, empat unit tongkat adaptif serta 300 buah kacamata baca.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu penerima manfaat menjalankan aktivitas sehari-hari secara lebih mandiri.

“Bagi sebagian orang, sebuah kursi roda atau alat bantu mungkin terlihat sederhana. Tetapi bagi penerimanya, bantuan tersebut dapat berarti kesempatan untuk bergerak dan beraktivitas secara lebih mandiri,” ujar Dadang.

Sebagai bagian dari masyarakat pesisir, kelompok nelayan juga mendapatkan perhatian melalui bantuan kepada lima kelompok nelayan.

Bantuan berupa mesin ketinting, jaring besar dan pelampung diharapkan dapat mendukung aktivitas melaut sekaligus memperkuat produktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Kapolda menilai penguatan kelompok nelayan berkaitan langsung dengan ketahanan ekonomi keluarga dan masyarakat.

“Ketika nelayan semakin produktif, maka yang diperkuat bukan hanya aktivitas melaut, tetapi juga ekonomi keluarga dan masyarakat pesisir. Karena itu, dukungan kepada nelayan merupakan bagian dari upaya memperkuat kemandirian masyarakat,” katanya.

Dukungan untuk Anak dan Rumah Ibadah

Bhayangkari juga memberikan perhatian terhadap tumbuh kembang anak melalui 100 paket kesehatan gigi, 200 mainan anak dan 200 buku cerita.
Bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung kesehatan sekaligus memberikan ruang edukasi dan aktivitas positif bagi anak-anak.

Sementara itu, semangat kebersamaan dalam keberagaman diwujudkan melalui bantuan kepada sejumlah rumah ibadah.

Bantuan diberikan kepada Gereja God’s Halong dan Gereja Sion Ema berupa sejumlah perangkat pendukung kegiatan, seperti infokus, kursi, kipas angin, laptop dan speaker aktif.

Bantuan juga disalurkan kepada Masjid Nur Jamin Hitu, Masjid Al Ali Batu Merah dan Masjid Al Huda Batu Merah berupa pengeras suara, ampli dan equalizer, kipas angin, karpet serta sajadah.

Kabidhumas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan keberagaman penerima manfaat menunjukkan bahwa semangat kepedulian dapat menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan.

“Bantuan ini menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Ada masyarakat yang membutuhkan kebutuhan pokok, anak-anak yang membutuhkan dukungan pendidikan dan kesehatan, penyandang disabilitas dan lansia yang membutuhkan alat bantu, nelayan yang membutuhkan dukungan usaha, serta rumah ibadah yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat,” ujar Rositah.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendekatan sosial yang humanis dan inklusif.

“Bhayangkari Peduli bukan sekadar membagikan bantuan. Lebih dari itu, kegiatan ini ingin membangun rasa kebersamaan dan memastikan masyarakat merasakan bahwa mereka diperhatikan dan tidak berjalan sendiri,” katanya.

Menurut Rositah, bantuan yang diberikan memiliki karakter beragam, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga dukungan terhadap aktivitas produktif masyarakat.

“Ada bantuan yang manfaatnya langsung dirasakan seperti sembako dan kebutuhan anak. Ada juga bantuan yang diharapkan memberikan manfaat lebih panjang, seperti alat bantu bagi penyandang disabilitas dan dukungan peralatan bagi nelayan,” ujarnya.

Rangkaian bakti sosial tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengabdian Ketua Umum Bhayangkari bersama rombongan setelah sebelumnya melaksanakan kegiatan di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.

Dari Kepulauan Kei hingga Ambon, program Bhayangkari Peduli diwujudkan melalui kepedulian terhadap kebutuhan pangan, kesehatan ibu dan anak, pendidikan, penyandang disabilitas dan lansia, penguatan ekonomi nelayan, perhatian terhadap anak-anak hingga dukungan terhadap kehidupan sosial keagamaan.

Melalui momentum HKGB ke-74 Tahun 2026, Bhayangkari menegaskan bahwa pengabdian tidak berhenti pada seremoni, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Dari Ambon, kepedulian itu hadir dalam beragam bentuk-membantu memenuhi kebutuhan hari ini, mendukung kemandirian masyarakat, sekaligus memperkuat persaudaraan dalam semangat orang basudara,” pungkasnya. (TM-01)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.Ruas yang wajib ditandai *