image (4)

AMBON,- TrendMaluku.com – Kasus dugaan hilangnya 331 bahan berbahaya jenis Merkuri dari gudang penyimpanan kantor ESDM Maluku beberapa hari lalu menjadi sorotan publik Ambon, Maluku.

Kantor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Propinsi Maluku yang dipimpin oleh Abdul Haris Anwar, kini menjadi perhatian publik lantaran kehilangan bahan berbahaya jenis Merkuri yang diduga hilang dari gudang ESDM Maluku.

Publik saat ini mengharapkan adanya keterbukaan dari instansi terkait yakni dinas Energi dan Sumber Daya Mineral. Kasus hilangnya Merkuri kini menjadi perhatian dari aparat penegak hukum Polda Maluku.

Kapolda Maluku yang baru Irjen Pol. Suwondo Nainggolan, S.I.K., M.H., kini ditantang publik Maluku untuk mengusut tuntas masalah tersebut melalui pihak Ditreskrimsus Polda Maluku.

Tanggapan dari Kasi Penmas Bidang Humas Polda Maluku.!

Kasi Penmas Bidang Humas Polda Maluku, AKP. Imelda Haurisa, mengatakan kasus dugaan hilangnya 331 kilogram merkuri dari gudang penyimpanan milik instansi Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Maluku masih dalam tahap pengembangan oleh penyidik.

Hingga kini, tiga identitas pihak yang diduga telah ditetapkan sebagai tersangka belum dapat dipublikasikan kepada masyarakat. Penyidik disebut masih melakukan pengembangan untuk mengungkap secara terang perkara tersebut, termasuk pihak-pihak lain yang diduga terlibat.

“Untuk saat ini identitas ketiga tersangka belum bisa dipublikasikan untuk kepentingan penyidikan, karena masih dilakukan pengembangan oleh penyidik,” Ujar Kasi Penmas Bidang Humas Polda Maluku. Senin, (5/10/2026).

Pihak penyidik juga menegaskan bahwa informasi lebih lanjut mengenai identitas tersangka maupun perkembangan penanganan kasus belum dapat disampaikan kepada publik.

“Beta sudah bilang, katong belum bisa kasih informasinya karena masih dalam pengembangan,” ucap AKP. Imelda Haurisa.

Kasus dugaan hilangnya 331 kilogram merkuri ini sebelumnya menjadi sorotan publik karena menyangkut bahan berbahaya yang keberadaannya seharusnya berada dalam pengawasan dan pengamanan ketat.

Masyarakat kini menunggu langkah penyidik untuk mengungkap bagaimana merkuri tersebut bisa hilang, siapa saja yang bertanggung jawab, serta untuk kepentingan apa bahan berbahaya tersebut diduga berpindah dari tempat penyimpanan.

Terakhir, penyidik diharapkan dapat segera menuntaskan proses pengembangan perkara tersebut dan menyampaikan perkembangan penanganannya secara terbuka ke publik. (TM-02).

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.Ruas yang wajib ditandai *