IMG-20260926-WA0011

SBT,- TrendMaluku.com – Pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mendapat apresiasi dari masyarakat. Warga Kecamatan Kian Darat, Muhammad Ilyas Rumonim, mengapresiasi langkah Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku, khususnya Satuan Kerja (Satker) Wilayah II, dalam mendorong pembangunan dan peningkatan konektivitas jalan di wilayah tersebut.

Menurut Muhammad Ilyas, pembangunan jalan bukan sekadar pekerjaan konstruksi, melainkan kebutuhan mendasar masyarakat yang berkaitan langsung dengan mobilitas, distribusi hasil produksi, akses pendidikan, pelayanan kesehatan hingga pertumbuhan ekonomi.

“Pembangunan jalan sangat penting bagi masyarakat. Ketika akses jalan semakin baik, maka mobilitas masyarakat juga semakin mudah. Ini tentu berdampak terhadap aktivitas ekonomi dan pelayanan masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai, kondisi geografis Kabupaten SBT yang memiliki wilayah luas dan karakteristik daerah yang menantang membutuhkan pembangunan infrastruktur secara konsisten dan berkelanjutan.

Karena itu, perhatian pemerintah melalui BPJN Maluku dan Satker Wilayah II dinilai penting untuk membuka keterisolasian serta memperlancar konektivitas antarkawasan.

Namun, Muhammad Ilyas mengingatkan agar pembangunan tidak hanya terfokus pada ruas atau kawasan tertentu. Menurutnya, masyarakat di wilayah pedalaman maupun pesisir masih membutuhkan akses transportasi yang memadai.

“Yang paling penting adalah pembangunan dilakukan secara merata dan kualitas pekerjaannya dijaga. Masyarakat tentu berharap jalan yang dibangun pemerintah benar-benar bisa bertahan dan memberikan manfaat dalam waktu yang panjang,” katanya.

Tekankan Kualitas dan Pengawasan Pekerjaan.!

Selain pemerataan pembangunan, Muhammad Ilyas juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas pekerjaan infrastruktur jalan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari jumlah ruas jalan yang dikerjakan, tetapi juga dari ketahanan dan fungsinya dalam menunjang kebutuhan masyarakat.

Untuk itu, pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan yang menggunakan anggaran negara perlu dilakukan secara serius agar hasil pembangunan sesuai dengan kebutuhan dan standar yang ditetapkan.

Ia juga berharap koordinasi antara BPJN Maluku, Satker Wilayah II, pemerintah daerah dan masyarakat terus diperkuat, terutama dalam menentukan kawasan yang menjadi prioritas pembangunan.

Jalan Jadi Penopang Ekonomi Masyarakat.!

Muhammad Ilyas mengatakan, akses jalan yang layak memiliki arti penting bagi masyarakat Kian Darat dan wilayah lainnya di SBT.

Infrastruktur jalan yang memadai dapat memperpendek waktu tempuh, mempermudah distribusi hasil pertanian dan perkebunan, membuka akses menuju pusat perdagangan serta memperlancar masyarakat memperoleh pelayanan dasar.

Sebaliknya, keterbatasan akses transportasi berpotensi menghambat aktivitas ekonomi dan pelayanan publik, terutama bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan maupun perdagangan.

“Masyarakat di SBT masih membutuhkan pembangunan. Karena itu, apa yang sudah dilakukan tentu kita apresiasi, tetapi jangan berhenti sampai di sini,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga infrastruktur yang telah dibangun. Menurutnya, keberlanjutan pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat.

Apresiasi Jadi Dorongan untuk Pembangunan Berkelanjutan.!

Lebih lanjut, Muhammad Ilyas menegaskan bahwa apresiasi terhadap kinerja BPJN Maluku bukan berarti seluruh persoalan infrastruktur di SBT telah terselesaikan.

Sebaliknya, pembangunan yang sudah berjalan diharapkan menjadi momentum untuk memperluas penanganan ke wilayah lain yang masih membutuhkan peningkatan konektivitas.

“Masih banyak kebutuhan masyarakat yang harus dijawab. Karena itu, kita memberikan apresiasi terhadap pekerjaan yang sudah dilakukan sekaligus berharap pembangunan infrastruktur jalan terus dilanjutkan,” tutupnya.

Ia berharap pembangunan jalan di SBT tidak hanya menghasilkan konektivitas fisik, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan memperluas akses pelayanan publik bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan transportasi.

Keberlanjutan pembangunan pun menjadi harapan masyarakat agar jalan yang dibangun tidak sekadar menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya, tetapi juga mampu membuka keterisolasian dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (TM-02).

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.Ruas yang wajib ditandai *