IMG_20260918_100712

AMBON,- TrendMaluku.com – Polri memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam melalui Latihan Olah Strategi Aman Nusa II Tahun 2026 yang digelar Stamaops Mabes Polri bersama seluruh jajaran Polda, Kamis (17/9/2026).

Latihan tersebut diarahkan untuk memastikan kesiapan personel, sistem komando, komunikasi dan koordinasi dalam menghadapi situasi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu di berbagai wilayah Indonesia.

Kegiatan dibuka Waastamaops Kapolri Irjen Pol Laksana, S.I.K., didampingi para Kepala Biro di lingkungan Stamaops Mabes Polri. Seluruh Polda jajaran mengikuti latihan, termasuk Polda Maluku dari Posko Presisi Polda Maluku.

Di Polda Maluku, latihan diikuti Karo Ops Kombes Pol Monang Marudu Zonir Simajuntak, S.I.K., M.M., selaku Karendalops, didampingi Direktur Samapta Polda Maluku selaku Kaopsda.

Turut mengikuti kegiatan Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., selaku Kasatgas 5 Humas, bersama para perwira menengah, perwira pertama dan bintara yang telah ditunjuk sebagai Kasatgas dan Kasubsatgas melalui surat perintah Kapolda Maluku dalam pelaksanaan Operasi Aman Nusa II Tahun 2026.

Latihan serupa juga diikuti jajaran Polres/ta Polda Maluku dari wilayah masing-masing.

Dalam arahannya, Waastamaops Kapolri meminta seluruh jajaran mengikuti rangkaian latihan secara serius dan menyerap materi sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

“Latihan ini diharapkan semakin memantapkan dan memperkuat langkah Polda hingga Polres jajaran dalam pelaksanaan Aman Nusa II,” ujarnya.

Selain strategi operasi, latihan menitikberatkan pada kesiapan sistem komunikasi antarsatuan. Jajaran Polda akan mendapatkan perangkat komunikasi berupa handy talky (HT) untuk mempercepat penyampaian informasi dari tingkat atas ke bawah maupun sebaliknya.

Sistem komunikasi tersebut diperkuat dengan apel udara yang dilaksanakan setiap pukul 21.00 sebagai sarana pengecekan kesiapan jajaran secara berkala.

Karo Ops Polda Maluku Kombes Pol Monang M.Z. Simajuntak mengatakan, keterlibatan Polda Maluku merupakan bagian dari komitmen jajaran di daerah untuk memastikan kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan bencana.

“Latihan ini menjadi bagian dari upaya Polri memastikan seluruh jajaran memiliki kesiapan yang sama dalam menghadapi situasi bencana. Yang dipersiapkan bukan hanya personel, tetapi juga pola koordinasi, sistem komunikasi dan mekanisme respons di lapangan,” kata Monang.

Menurutnya, kesiapan tersebut penting bagi Maluku yang memiliki karakteristik wilayah kepulauan dan tantangan mobilitas tersendiri.

“Dalam penanganan bencana, kecepatan informasi sangat menentukan kecepatan respons. Karena itu, setiap informasi harus dapat diterima, diteruskan dan ditindaklanjuti secara cepat melalui sistem komando yang jelas,” ujarnya.

Monang menjelaskan, latihan menggunakan pola pemberian RIOS (Rencana Informasi Olah Strategi), yakni dokumen atau rangkaian langkah taktis dan strategis yang disusun untuk mengumpulkan, menganalisis serta memanfaatkan informasi dalam menghadapi berbagai skenario operasi kepolisian.

Peserta latihan ditugaskan menjawab pertanyaan RIOS sesuai alokasi waktu yang diberikan. Pola tersebut digunakan untuk memastikan setiap personel memahami tugas dan tanggung jawabnya sebelum menghadapi kondisi darurat.

“Harapannya, ketika terjadi bencana, personel tidak lagi mencari pola bertindak, tetapi sudah memahami apa yang harus dilakukan dan bagaimana berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait,” katanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi mengatakan, kesiapan penanganan bencana tidak hanya menyangkut personel dan sarana operasional, tetapi juga komunikasi publik.

“Dalam situasi bencana, masyarakat membutuhkan informasi yang cepat, akurat dan dapat dipercaya. Karena itu, Humas menjadi bagian penting dalam memastikan informasi yang diterima masyarakat berasal dari sumber resmi dan telah terverifikasi,” kata Rositah.

Ia menegaskan, arus informasi selama penanganan bencana harus terkoordinasi agar tidak menimbulkan kepanikan.

“Kecepatan informasi harus berjalan seiring dengan ketepatan informasi. Jangan sampai informasi yang belum terverifikasi justru menimbulkan keresahan. Karena itu, koordinasi antarsatuan dan satu sumber informasi menjadi sangat penting,” ujarnya.

Rositah menambahkan, Humas Polda Maluku akan mendukung pelaksanaan Aman Nusa II melalui penguatan komunikasi publik, pemantauan informasi, serta penyampaian perkembangan situasi dan imbauan keselamatan kepada masyarakat secara proporsional.

“Prinsipnya, masyarakat harus mendapatkan informasi yang dibutuhkan, terutama terkait perkembangan situasi, langkah penanganan dan imbauan keselamatan. Informasi yang tepat juga menjadi bagian dari upaya membangun ketenangan masyarakat saat menghadapi bencana,” jelasnya.

Latihan Olah Strategi Aman Nusa II 2026 menjadi bagian dari penguatan kesiapsiagaan penanganan bencana secara berjenjang, mulai dari Mabes Polri, Polda hingga Polres.

Penguatan komunikasi, kesiapan personel, kesamaan pola tindak dan koordinasi lintas satuan diharapkan memastikan respons kepolisian dapat dilakukan secara cepat dan terukur ketika bencana terjadi.

Melalui latihan tersebut, jajaran Polri diharapkan semakin siap memberikan perlindungan, pelayanan dan bantuan kepada masyarakat dalam situasi darurat. (TM-01).

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.Ruas yang wajib ditandai *