image (6)

AMBON,- TrendMaluku.com – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku memperkuat kesiapan Sistem Pengamanan Kota (Sispam Kota) sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi situasi kontinjensi yang dapat berkembang di wilayah hukum Polda Maluku.

Penguatan kesiapsiagaan itu dibahas dalam rapat Sispam Kota dalam rangka penanganan situasi kontinjensi yang dipimpin langsung Kapolda Maluku Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si., di Ruang Command Center Polda Maluku, Senin (14/9/2026).

Rapat tersebut dihadiri para pejabat utama Polda Maluku, di antaranya seluruh Kepala Biro, Direktur, Kepala Bidang, Dansat Brimob, Kapolresta Ambon, Kasetum, serta Karumkit Polda Maluku.

Kapolda didampingi Irwasda Polda Maluku Kombes Pol I Made Sunarta dan Karoops Polda Maluku Kombes Pol Monang M.Z. Simanjuntak, S.I.K., M.M.

Dalam arahannya, Dadang menegaskan bahwa kesiapan Sispam Kota merupakan bagian dari langkah preventif Polri untuk memastikan setiap potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak dini.

Menurutnya, dinamika sosial dan ekonomi yang berkembang di tengah masyarakat harus menjadi perhatian serius, termasuk kenaikan harga sejumlah kebutuhan masyarakat serta dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

“Kita tidak menginginkan terjadinya situasi darurat atau kontinjensi. Namun, ketika Polri dibutuhkan, kita harus sudah siap. Karena itu, kesiapan tidak boleh dibangun ketika situasi sudah terjadi, tetapi harus dipersiapkan sejak sekarang melalui koordinasi, komunikasi, dan kesiapan personel yang baik,” kata Dadang.

Ia meminta seluruh jajaran kepolisian mampu membaca perkembangan situasi secara komprehensif dan mengambil langkah pencegahan sebelum potensi kerawanan berkembang menjadi gangguan keamanan.

Dadang juga menekankan bahwa kesiapsiagaan menghadapi situasi kontinjensi tidak semata-mata bergantung pada kecepatan respons maupun kekuatan penindakan. Kekuatan utama Polri, kata dia, harus dibangun melalui langkah preemtif, komunikasi dengan masyarakat, serta kemampuan memetakan potensi kerawanan.

“Kekuatan kita bukan hanya pada respons cepat, tetapi juga pada kekuatan preemtif. Kita harus hadir lebih awal, memahami masalah, membangun komunikasi, dan mencegah agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik atau gangguan keamanan,” tegasnya.

Ia menambahkan, setiap langkah pengamanan harus dilakukan secara terukur, profesional, dan humanis dengan tetap mengedepankan upaya pencegahan.

“Tujuan kita adalah menjaga masyarakat tetap aman dan aktivitas masyarakat tetap berjalan. Karena itu, setiap langkah harus terukur, profesional, humanis, dan mengedepankan pencegahan. Jangan sampai kehadiran kita justru menimbulkan kekhawatiran. Kehadiran Polri harus memberikan rasa aman,” tutur Dadang.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi mengatakan, rapat tersebut merupakan bagian dari kesiapan internal Polri dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Rapat ini merupakan langkah kesiapsiagaan. Polri tidak menunggu sampai terjadi gangguan Kamtibmas, tetapi melakukan pemetaan dan mitigasi terhadap setiap potensi kerawanan sejak dini. Prinsipnya adalah mencegah, mengelola, dan menyelesaikan setiap persoalan secara proporsional,” kata Rositah.

Dengan penguatan Sispam Kota tersebut, Polda Maluku memastikan kesiapan personel, pola koordinasi, serta langkah mitigasi terus diperkuat agar setiap potensi gangguan keamanan dapat ditangani secara cepat, tepat, dan terukur.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Polda Maluku untuk menjaga stabilitas Kamtibmas dan memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan aman dan kondusif. (TM-01).

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.Ruas yang wajib ditandai *