image (1)

SAUMLAKI,- TrendMaluku.com – Tim Gegana Detasemen Gegana Satbrimob Polda Maluku menemukan satu unit Unexploded Ordnance (UXO) atau amunisi sisa perang yang belum meledak di kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Temuan tersebut teridentifikasi saat Tim Gegana Satbrimob Polda Maluku melakukan survei dan deteksi UXO di Areal 662 PSN Blok Masela, Senin (7/9/2026).

Amunisi ditemukan tertanam sekitar 50 sentimeter di dalam tanah, tepatnya di antara bebatuan karang.

Hasil pemeriksaan dan identifikasi awal personel Den Gegana Satbrimob Polda Maluku menunjukkan, benda tersebut merupakan peninggalan masa Perang Dunia II yang berasal dari Jepang, dengan tipe 91 kaliber 105 milimeter.

Temuan itu langsung diamankan. Personel Polres Kepulauan Tanimbar bersama unsur terkait memasang garis polisi dan melakukan pengamanan di sekitar lokasi guna memastikan area tetap steril hingga proses pemusnahan dilakukan Tim Pemusnahan Den Gegana Satbrimob Polda Maluku.

Ps. Wadanden Gegana Satbrimob Polda Maluku AKP W. Matulessy mengatakan, temuan tersebut merupakan hasil survei dan deteksi yang dilakukan secara terukur untuk memastikan keselamatan kawasan proyek.

“Setiap temuan UXO harus ditangani secara profesional, terukur, dan mengutamakan keselamatan. Setelah dilakukan identifikasi awal, lokasi langsung diamankan dan kami menyiapkan langkah pemusnahan oleh personel yang memiliki kompetensi khusus,” ujar Matulessy.

Menurutnya, benda yang diduga sebagai amunisi sisa perang tidak boleh ditangani secara sembarangan karena masih berpotensi membahayakan.

“Prinsip utama kami adalah keselamatan. Benda yang diduga merupakan amunisi sisa perang tidak boleh dipindahkan atau ditangani oleh pihak yang tidak memiliki kompetensi. Lokasi harus diamankan sampai tim khusus melaksanakan tindakan sesuai prosedur,” tegasnya.

Berdasarkan hasil koordinasi, pemusnahan UXO tersebut dijadwalkan pada Rabu, 16 September 2026, setelah Tim Pemusnahan Den Gegana Satbrimob Polda Maluku tiba di Saumlaki.

Sebelum pemusnahan dilakukan, pengamanan di sekitar lokasi akan terus diperkuat dengan melibatkan Polres Kepulauan Tanimbar dan stakeholder terkait.

Kapolres Kepulauan Tanimbar AKBP Ayani, S.P., S.I.K., M.H., mengatakan pihaknya telah mengamankan lokasi untuk mencegah masyarakat maupun pihak yang tidak berkepentingan mendekati benda tersebut.

“Begitu temuan diketahui, kami langsung melakukan langkah pengamanan di lokasi dan berkoordinasi dengan Tim Gegana. Lokasi kami pastikan tetap steril sampai proses penanganan dan pemusnahan dilakukan oleh tim yang berkompeten,” kata Ayani.

Ia mengingatkan masyarakat dan pekerja agar tidak mendekati, menyentuh, maupun memindahkan benda tersebut.

“Kami mengimbau seluruh pihak untuk tidak mendekati, menyentuh, memindahkan, atau melakukan tindakan apa pun terhadap benda yang ditemukan. Apabila menemukan benda yang diduga merupakan amunisi atau bahan peledak, segera laporkan kepada aparat agar dapat ditangani oleh personel yang memiliki kemampuan khusus,” ujarnya.

Ayani menambahkan, sinergi Polri, TNI, pengelola proyek, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder diperlukan untuk memastikan pembangunan di kawasan Blok Masela berlangsung dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan keselamatan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan temuan UXO tersebut menunjukkan pentingnya survei dan deteksi dini, terutama di kawasan pembangunan strategis yang masih berpotensi menyimpan peninggalan perang.

“Temuan ini menunjukkan bahwa aspek keselamatan harus menjadi perhatian dalam setiap aktivitas di kawasan pembangunan strategis. Karena itu, survei dan deteksi UXO menjadi langkah penting untuk mengidentifikasi potensi bahaya sejak dini,” kata Rositah.

Ia menegaskan Polda Maluku melalui personel Gegana Satbrimob memiliki kemampuan khusus dalam menangani temuan yang berkaitan dengan bahan peledak maupun amunisi peninggalan masa perang.

“Polri memastikan setiap temuan yang berpotensi membahayakan masyarakat maupun aktivitas proyek akan ditangani sesuai prosedur dan oleh personel yang memiliki kompetensi. Keselamatan masyarakat, pekerja, serta keberlangsungan kegiatan pembangunan menjadi prioritas,” tegasnya.

Rositah juga meminta masyarakat dan pekerja tidak mengambil tindakan sendiri apabila menemukan benda yang diduga UXO.

“Jangan disentuh, jangan dipindahkan, dan jangan mencoba memeriksa sendiri. Segera menjauh dari lokasi dan laporkan kepada petugas. Langkah sederhana tersebut sangat penting untuk mencegah terjadinya risiko yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Polda Maluku, lanjutnya, akan terus memperkuat koordinasi dengan Polres Kepulauan Tanimbar, TNI, pemerintah daerah, pengelola proyek, dan stakeholder terkait dalam mendukung keamanan kawasan PSN Blok Masela.

“Pengamanan proyek strategis nasional bukan hanya menyangkut keamanan aktivitas pembangunan, tetapi juga memastikan setiap potensi ancaman keselamatan dapat diantisipasi sejak dini. Sinergi seluruh pihak menjadi kunci untuk memastikan pembangunan berjalan aman dan lancar,” pungkas Rositah.

Hingga kini, lokasi temuan UXO masih dalam pengamanan personel terkait. Pemusnahan dijadwalkan pada 16 September 2026 setelah Tim Pemusnahan Den Gegana Satbrimob Polda Maluku tiba di Saumlaki.

Polda Maluku kembali mengingatkan masyarakat dan pekerja untuk tidak mendekati ataupun melakukan tindakan terhadap benda yang diduga sebagai UXO. Setiap temuan harus segera dilaporkan kepada aparat agar dapat ditangani secara profesional, terukur, dan mengutamakan keselamatan. (TM-01)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.Ruas yang wajib ditandai *