image (11)

AMBON,-TrendMaluku.com – Kamar Dagan dan Industri (KADIN) Provinsi Maluku terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu bertahan sekaligus meningkatkan skala usahanya di tengah persaingan ekonomi yang semakin ketat.

Kegiatan diskusi tersebut dipusatkan di Baileo Kaffe, Kelurahan Tihu, Kecamatan Teluk Ambon. Dengan Tema “Sinergi UMKM dan Dunia Perbankan Guna Memperkuat Sektor Rill di Maluku.”

Ketua Umum Kamar Dagan dan Industri (KADIN) Propinsi Maluku, M.A.S. Latuconsina, mengatakan upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan diskusi yang mempertemukan para pelaku UMKM dengan sejumlah narasumber dari lembaga yang memiliki kebijakan maupun akses terhadap pembiayaan usaha.

Dalam kegiatan diskusi tersebut hadir perwakilan dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Indonesia, serta Dinas Koperasi. Pertemuan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM mengenai strategi pengembangan usaha, akses permodalan, hingga pendampingan.

“Sebagai pertahanan ekonomi, kebijakan pemerintah pusat memberikan peluang bagaimana mereka bisa bertahan, tetapi juga bisa meningkatkan usahanya,” ujar Ketua Umum KADIN Provinsi Maluku. Sabtu, (29/8/2026).

Menurutnya, peningkatan kapasitas UMKM menjadi hal penting karena ketika usaha masyarakat naik kelas, maka secara otomatis turut mendorong peningkatan ekonomi daerah.

“Usaha mereka naik kelas, otomatis ekonomi mereka naik. Kalau ekonomi mereka naik, dunia usaha tentu berkembang lagi. Kalau mereka sudah naik kelas, mereka juga bisa bersaing dengan pelaku usaha dari luar,” katanya.

Ia menilai, salah satu kendala yang masih dihadapi pelaku UMKM adalah keterbatasan modal. Karena itu, akses pembiayaan menjadi bagian penting dalam mendorong pengembangan usaha.

“Harus disuntik modal yang cukup. Kalau modalnya tidak cukup, bagaimana mereka mau berkembang?” ujarnya.

Selain modal, pelaku UMKM juga membutuhkan pendampingan agar mampu mengelola usaha secara baik dan memenuhi persyaratan untuk memperoleh pembiayaan dari lembaga keuangan.

Karena itu, dari Dinas Koperasi (Dinkop) diharapkan terus memberikan pendampingan, sementara pihak perbankan memberikan informasi mengenai mekanisme memperoleh modal, pengelolaan usaha, serta berbagai persyaratan yang harus dipenuhi.

“Informasi-informasi seperti ini harus kita berikan kepada mereka, sehingga usaha mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga bertambah dan meningkat,” jelasnya.

Ia juga mengimbau kepada KADIN Kabupaten dan kota di Maluku agar melaksanakan kegiatan serupa di daerah masing-masing. Langkah tersebut dinilai penting agar pembinaan dan pendampingan UMKM dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha hingga ke tingkat daerah.

“Kita sudah menghimbau kepada semua Kabupaten dan kota untuk melaksanakan hal yang sama di tingkat Kabupaten dan kota, sehingga bisa menyentuh semua pelaku UMKM,” tandasnya. (TM-01)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.Ruas yang wajib ditandai *