IMG_20261015_123237

AMBON,- TrendMaluku.com – Seorang anak buah kapal (ABK) KLM Sea Safari, Nafik Ayuba Danurwendo (26), mengalami pendarahan akibat kecelakaan kerja saat hendak menurunkan boat menggunakan crane di tengah perairan Laut Banda, Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 21.00 WIT.

Insiden tersebut dilaporkan agen kapal bernama Paul kepada Command Centre Basarnas Ambon sekitar pukul 03.00 WIT, Rabu (14/10/2026). Agen kapal meminta bantuan evakuasi medis untuk menyelamatkan korban yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Merespons laporan tersebut, Command Centre Basarnas Ambon langsung berkoordinasi dengan kapten KN SAR Abimanyu dan agen kapal guna menentukan titik pencegatan (intercept).

Setelah memperoleh titik koordinat, KN SAR Abimanyu dikerahkan pada pukul 04.00 WIT menuju lokasi KLM Sea Safari yang berada sekitar 55,54 mil laut di utara Dermaga BRIN Ambon.

Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Basarnas Ambon, Andry Azwan Henaulu, S.Kom, yang memimpin langsung operasi SAR tersebut, mengatakan pihaknya terus melakukan komunikasi radio dengan KLM Sea Safari selama perjalanan untuk memastikan posisi terakhir kapal.

“Dalam perjalanan menuju Laut Banda, kami melakukan kontak radio dengan KLM Sea Safari guna mengetahui titik koordinat terakhir. Alhamdulillah, pagi tadi sekitar pukul 09.22 WIT, KN SAR Abimanyu berhasil menemukan kapal KLM Sea Safari. Selanjutnya, korban dievakuasi ke KN SAR Abimanyu dan dibawa menuju Kota Ambon guna mendapatkan perawatan,” ujar Azwan.

Setelah berhasil dievakuasi, korban mendapatkan pemantauan dari petugas medis Basarnas selama perjalanan menuju Ambon. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi korban tetap stabil hingga tiba di dermaga.

KN SAR Abimanyu akhirnya tiba di Dermaga BRIN Ambon pada pukul 13.20 WIT. Korban kemudian diserahkan kepada agen kapal untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut di rumah sakit.

Azwan menjelaskan, KLM Sea Safari bertolak dari Ambon pada 8 Oktober 2026 dengan tujuan Banda Neira. Kapal tersebut diawaki 13 orang dan membawa 22 penumpang, termasuk sejumlah warga negara asing (WNA) asal Swiss dan Jerman.

Setelah proses evakuasi selesai, KLM Sea Safari melanjutkan perjalanan menuju Banda Neira untuk kegiatan open sea. Basarnas juga memastikan kondisi kapal dan seluruh penumpang dalam keadaan baik sehingga pelayaran dapat diteruskan.

Operasi SAR ini melibatkan Kasi Operasi, personel rescuer, serta anak buah kapal KN SAR Abimanyu.
Selama operasi berlangsung, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan berkabut, dengan angin tenggara berkecepatan 17 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.

Dengan berhasil dievakuasinya korban dan diserahkannya kepada agen kapal untuk mendapatkan perawatan, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing. (TM-02).

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.Ruas yang wajib ditandai *