
DOBO,- TrendMaluku.com – Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Kepulauan Aru, melalui Subbagian Umum dan Kepegawaian dan Organisasi, telah memberikan keterangan klarifikasi terkait tudingan terhadap Kepala Dinas Parekraf yang diduga menyuruh oknum PPPK ceraikan suami, yang diberitakan pada (13/10/2026) itu tidak benar.
Hal ini disampaikan oleh Aloysia Ngamel, Subbagian Umum dan Kepegawaian dan Organisasi, dalam ruangan tamu kantor. Pada Rabu, (14/10/2026).
Aloysia Ngamel, S.Pi., memberikan penjelasan terkait pernyataan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kabupaten Kepulauan Aru yang telah menjadi perhatian publik.
“Aloysia dalam keterangannya bahwa itu hanyalah bahasa candaan terhadap pegawai dilingkungan dinas pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujarnya.
Lebih lanjut, dalam penjelasannya, Aloysia menyebut pernyataan tersebut bukan dimaksudkan sebagai bentuk keseriusan untuk menyuruh staf berinisial S.D mengambil keputusan terkait rumah tangganya. Menurutnya, perkataan itu disampaikan dalam konteks bercanda, sebagaimana kebiasaan komunikasi sehari-hari di lingkungan kantor.
“Itu komunikasi dalam konteks bercanda, bukan konteks serius,” katanya.
Ia menjelaskan, candaan serupa tidak hanya ditujukan kepada S.D, tetapi juga pernah disampaikan kepada staf lainnya, termasuk mereka yang sedang menjalin hubungan atau berencana bertunangan.
“Biasanya bercanda begitu saja. Bukan hanya S.D, ada juga candaan kepada staf yang lain,” ucap Aloysia.
Aloysia mengingatkan kepada para pegawai di lingkup dinas Parekraf agar menafsirkan kalimat-kalimat dari seorang pimpinan itu dengan baik.
“Seorang pimpinan berkelakar dengan para staf adalah hal yang biasa. Jangan dijadikan sebagai masalah,” kata Aloysia.
Sebelumnya diberitakan terkait dugaan oknum PPPK ceraikan suami tersebut yang membawa nama Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Aru ternyata tidak benar.
Mony yang sebelumnya memuat berita terkait dugaan perceraian tersebut memberikan klarifikasi ulang atas keterangan disampaikan kepada media.
Ia menyampaikan permohonan maaf kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atas ucapan yang disampaikan kepada media pada (13/10/2026).
“Beta minta maaf atas ucapan saya. Beta minta maaf atas segala ucapan yang disampaikan, ucapan itu keliru,” ujarnya. (TM-03).








