
DOBO,- TrendMaluku.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kepulauan Aru menggelar sosialisasi kegawatdaruratan bagi para sopir angkutan umum dalam kota Dobo, Kecamatan pulau-pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru. Senin (5/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Ursia Urlima Polres Kepulauan Aru tersebut bertujuan meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), sekaligus membekali sopir angkot dengan kemampuan pertolongan pertama saat terjadi kecelakaan.
Sosialisasi dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Kepulauan Aru, Iptu Jan Soselisa, S.H., M.H., didampingi perwakilan Jasa Raharja Dobo, Mella Iman, serta tenaga kesehatan, dr. Luses Shantia Haryanto.
Sejumlah sopir yang tergabung dalam komunitas angkutan umum dalam kota Dobo turut mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias.
Dalam pembekalan tersebut, para sopir mendapatkan materi mengenai prinsip pertolongan pertama gawat darurat (PPGD), termasuk cara menangani korban yang tidak sadarkan diri, korban dengan luka terbuka, gangguan pernapasan, hingga penanganan penumpang yang mengalami epilepsi.
Kasat Lantas Iptu Jan Soselisa mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada tertib berlalu lintas, tetapi juga mendorong sopir angkutan umum agar memiliki kemampuan dasar sebagai penolong pertama ketika terjadi kecelakaan di tempat kejadian perkara (TKP).
“Kegiatan sosialisasi ini dilakukan sejak dini, bertujuan untuk memberikan pemahaman terkait pertolongan gawat darurat terhadap korban kecelakaan lalu lintas di TKP dan mendukung terciptanya Kamseltibcarlantas yang aman dan lancar di wilayah hukum Polres Kepulauan Aru,” ujar Soselisa.

Menurutnya, pembekalan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan para sopir dalam menghadapi kondisi darurat di jalan raya.
Dengan kemampuan dasar yang dimiliki, sopir angkot diharapkan mampu memberikan pertolongan secara cepat dan tepat sebelum korban mendapatkan penanganan dari tenaga medis.
“Dengan pembekalan ini, diharapkan sopir angkot dapat bertindak cepat dan tepat sebelum bantuan medis datang, sehingga dapat meminimalisir fatalitas korban kecelakaan,” tandasnya. (TM-03).







