image

SBB,- TrendMaluku.com – Kepolisian Resor Seram Bagian Barat (Polres SBB) mengerahkan 92 personel gabungan untuk melokalisir dan mengendalikan situasi menyusul pertikaian antara warga Desa Patahuwe dan Desa Lisabata, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, Jumat (11/9/2026).

Kekuatan tersebut terdiri dari personel Polres SBB, Polsek Taniwel, Polsek Taniwel Timur, personel Brimob, serta Koramil Taniwel.

Pengerahan pasukan dilakukan sebagai langkah cepat untuk mencegah konflik meluas sekaligus memastikan keselamatan masyarakat di kedua desa. Aparat melakukan penyekatan, memisahkan konsentrasi massa, dan mengimbau warga agar kembali ke desa masing-masing.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., mengatakan, Kapolres SBB bersama Kabag Ops, para Kasat, unsur TNI dan pemerintah setempat langsung bergerak setelah mengetahui adanya peningkatan ketegangan di wilayah tersebut.

“Polri bersama TNI dan unsur pemerintah setempat telah mengambil langkah cepat untuk melokalisir situasi. Saat ini situasi sudah dapat dikendalikan dan berangsur-angsur kembali kondusif,” kata Rositah.

Menurutnya, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama aparat, terutama untuk mencegah warga dari kedua desa kembali berhadapan.

“Yang menjadi prioritas kami adalah keselamatan masyarakat dan mencegah eskalasi. Karena itu, personel ditempatkan untuk melakukan penyekatan dan pengamanan agar kedua kelompok tidak kembali bertemu,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres SBB AKBP Revindo Pradikta Rulando, S.P., S.I.K., M.H., mengatakan pengerahan personel dilakukan untuk memastikan situasi tetap terkendali dan mencegah aksi susulan.

“Kami bersama unsur TNI dan Pemda langsung melakukan penyekatan dan memberikan imbauan kepada masyarakat agar kembali ke desa masing-masing. Perkuatan personel Polres dan Brimob juga telah kami dorong ke lokasi untuk membantu mengendalikan situasi,” kata Revindo.

Selain pengamanan di lapangan, aparat melakukan komunikasi dan penggalangan terhadap tokoh masyarakat dari kedua desa guna meredam ketegangan.

“Kami terus melakukan komunikasi dengan tokoh-tokoh dari kedua desa agar bersama-sama membantu menenangkan masyarakat. Kami mengimbau warga untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan,” ujarnya.

Berdasarkan laporan yang diterima aparat, kejadian bermula sekitar pukul 14.00 WIT saat terjadi kebakaran di area kebun milik salah seorang warga Lisabata di wilayah Tanjung, Dusun Sisiulu, Desa Nuniali, Kecamatan Taniwel.

Warga Desa Patahuwe kemudian mendatangi lokasi untuk membantu memadamkan api. Setelah warga Patahuwe kembali ke desanya, sekitar pukul 16.00 WIT sempat terjadi konsentrasi massa dari kedua pihak.

Melalui koordinasi unsur Muspika Taniwel, warga Desa Lisabata kemudian kembali ke wilayahnya sehingga situasi sempat terkendali.

Namun, sekitar pukul 18.55 WIT, ketegangan kembali terjadi antara kedua desa. Situasi tersebut kemudian berujung pada pembakaran rumah warga Desa Patahuwe.

Aparat yang berada di lokasi langsung melakukan penyekatan dan pengamanan untuk mencegah massa dari kedua pihak kembali bertemu.

Polisi juga memperkuat penjagaan di sejumlah titik guna mengantisipasi gangguan keamanan susulan serta memastikan warga yang tidak terlibat dalam konflik tetap mendapatkan perlindungan.

Rositah menegaskan, penanganan dilakukan dengan mengedepankan langkah terukur, pencegahan eskalasi, perlindungan masyarakat, serta pendekatan persuasif.

“Situasi sudah kondusif. Masyarakat kami minta tetap tenang dan tidak melakukan tindakan balasan serta menyerahkan penanganan kepada aparat. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi,” tegasnya.

Ia juga meminta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta seluruh elemen masyarakat di kedua desa ikut menjaga keamanan dan mencegah terjadinya aksi lanjutan.

“Persoalan ini harus diselesaikan dengan kepala dingin. Kami mengajak seluruh masyarakat Patahuwe dan Lisabata untuk menahan diri dan memberikan ruang kepada aparat bersama pemerintah serta para tokoh masyarakat untuk mencari penyelesaian secara damai,” katanya.

Rositah memastikan kepolisian terus memantau perkembangan situasi di lapangan.

“Polri hadir untuk menjaga keamanan dan melindungi seluruh masyarakat. Kami memastikan situasi tetap terlokalisir dan tidak berkembang ke wilayah lain. Saat ini kondisi berangsur-angsur kembali kondusif, namun personel tetap disiagakan untuk memastikan keamanan masyarakat,” ujarnya.

Kapolres SBB kembali mengimbau masyarakat kedua desa agar tidak melakukan tindakan provokatif maupun aksi balasan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan. Jangan melakukan tindakan provokatif maupun aksi balasan. Situasi sudah dapat kami kendalikan dan kami akan terus melakukan pengamanan serta komunikasi dengan seluruh pihak” kata Revindo.

Sementara itu, rumah yang terbakar masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait. Perkembangan lebih lanjut mengenai jumlah rumah maupun kerugian akibat kejadian tersebut masih menunggu hasil pendataan di lapangan. (TM-01).

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.Ruas yang wajib ditandai *