IMG-20260827-WA0025

AMBON,– Trendmaluku.com,– Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Kejaksaan Tinggi Maluku menggelar Pertemuan Konsultasi (PK) yang diikuti seluruh Pengurus IAD Daerah se-Maluku. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lantai 3 Kejaksaan Tinggi Maluku, Rabu (26/8/2026).

Dalam pertemuan konsultasi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua IAD Wilayah Maluku, Ny. Yuyun Rudy Irmawan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Rudy Irmawan, S.H., M.H., selaku Ketua Pengawas IAD Wilayah Maluku, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Datuk Rosihan Anwar, S.H., M.H., Wakil Ketua IAD Wilayah Maluku Ny. Dewi Anwar, para Asisten Kejati Maluku, para Kepala Kejaksaan Negeri selaku Pengawas IAD Daerah, Ketua IAD Daerah se-Maluku, serta seluruh pengurus dan anggota IAD Wilayah maupun IAD Daerah se-Maluku.

Dalam sambutannya, Kajati Maluku Rudy Irmawan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh Kepala Kejaksaan Negeri selaku Pengawas IAD Daerah serta para Ketua IAD Daerah yang telah hadir. Menurutnya, kehadiran seluruh jajaran tersebut menjadi wujud kebersamaan dan keharmonisan keluarga besar insan Adhyaksa di Maluku.

Rudy mengatakan, Pertemuan Konsultasi merupakan momentum penting untuk mempererat silaturahmi, menyatukan langkah, berbagi pengalaman, sekaligus memperkuat peran IAD dalam mendukung tugas dan pengabdian keluarga besar Kejaksaan Republik Indonesia, khususnya di wilayah Maluku.

“Terima kasih kepada para Ibu yang selama ini menjadi tempat pulang, menjadi penyemangat, menjadi pendengar, sekaligus menjadi kekuatan bagi para suami dalam menjalankan tugas dan pengabdian,” ujar Rudy.

Ia juga mengingatkan seluruh anggota IAD agar menjadikan kesederhanaan, kebijaksanaan dan integritas sebagai pedoman dalam kehidupan keluarga maupun bermasyarakat.

Menurutnya, keluarga besar insan Adhyaksa perlu membangun kehidupan yang sederhana dan penuh rasa syukur tanpa menjadikan kehidupan orang lain sebagai ukuran kebahagiaan.

Rudy turut mengingatkan pentingnya menghindari perilaku flexing atau mempertontonkan kemewahan secara berlebihan, terutama melalui media sosial. Penggunaan media sosial, kata dia, harus dilakukan secara bijak dengan tetap menjaga martabat pribadi, keluarga maupun institusi Kejaksaan.

Selain itu, ia meminta seluruh keluarga besar insan Adhyaksa menjauhi gaya hidup hedon dan berlebihan. Jabatan maupun penghasilan yang dimiliki tidak seharusnya menjadi alasan untuk berlomba menunjukkan kemewahan.

“Kesederhanaan merupakan salah satu cerminan kehormatan dan keteladanan yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.

Kajati Maluku juga mengajak seluruh anggota IAD untuk menjaga ucapan, pergaulan, sikap dan perilaku, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di ruang digital. Hal-hal yang terlihat kecil, menurutnya, dapat berkembang menjadi persoalan yang berdampak terhadap keluarga maupun institusi apabila tidak disikapi dengan hati-hati dan penuh tanggung jawab.

“Mari kita bersama-sama menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kejaksaan. Melalui IAD, saya berharap organisasi ini tidak hanya aktif secara administratif, tetapi benar-benar menjadi wadah yang memberikan manfaat. Mari kita bangun IAD sebagai tempat untuk saling menguatkan, bukan saling membandingkan,” ungkapnya.

Rudy juga menyampaikan pesan kepada seluruh keluarga besar IAD bahwa kehormatan tidak dibangun melalui kemewahan, melainkan melalui integritas dalam menjalani kehidupan.

“Tidak perlu hidup untuk terlihat hebat. Cukuplah hidup dengan baik, karena kehormatan tidak lahir dari kemewahan, tetapi dari integritas,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Rudy mengajak seluruh jajaran menjadikan keluarga sebagai tempat tumbuhnya ketenangan, lahirnya kekuatan dan tempat kembali bagi setiap insan Adhyaksa setelah menjalankan tugas serta pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.

Sementara itu, Pertemuan Konsultasi IAD Wilayah Maluku diisi dengan sejumlah agenda yang bertujuan meningkatkan kapasitas organisasi, mempererat kebersamaan serta mengembangkan kreativitas para anggota.

Kegiatan diawali dengan seremonial dan dilanjutkan dengan Diskusi serta Sosialisasi Hasil Supervisi IAD Pusat sebagai sarana penyampaian informasi dan evaluasi program organisasi kepada seluruh IAD Daerah se-Maluku.

Para peserta juga mengikuti Pelatihan Pengembangan Kepribadian dengan tema “Menjadi Wanita Anggun dan Sederhana, Elegan dalam Penampilan, serta Santun dalam Berperilaku.” Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat karakter dan meningkatkan kualitas pribadi anggota IAD dalam menjalankan perannya sebagai pendamping insan Adhyaksa maupun sebagai bagian dari masyarakat.

Suasana kebersamaan semakin semarak dengan Lomba Fashion Show dan Lomba Karya Pakaian berbahan baku limbah. Kegiatan tersebut menjadi wadah kreativitas sekaligus kampanye pemanfaatan kembali bahan-bahan daur ulang menjadi karya yang bernilai guna dan seni.

Pertemuan juga diramaikan dengan Bazar yang menampilkan berbagai produk dan kekhasan daerah dari seluruh wilayah di Maluku. Bazar tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap kreativitas dan potensi lokal daerah.

Melalui Pertemuan Konsultasi tersebut, IAD Wilayah Maluku diharapkan semakin solid dalam membangun sinergi dengan seluruh IAD Daerah se-Maluku, memperkuat nilai kebersamaan, meningkatkan kualitas organisasi, serta terus menjadi mitra yang memberikan manfaat nyata bagi keluarga besar Kejaksaan dan masyarakat. (TM-01)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.Ruas yang wajib ditandai *